sholat tathowwu (Sholat sunnah)


Bab Sholat tathowwu (Sholat-sholat sunnah/Sholat nafilah)

Download Kajian

Penisbahan sholat tathowwu adalah penisbahan pada sifatnya yaitu sholat mutathowwi’an, sedangkan secara bahasa adalah ketaatan-ketaatan yang sifatnya tambahan atau melakukan sesuatu tambahan yang tidak wajib.

Sholat tathowwu di bagi menjadi:

Sholat Mutlak

yaitu sholat sunnah yang tidak di tentukan waktu mengerjakannya, namun sholat mutlak ini ada waktu-waktu yang terlarang seperti:

  • ba’da sholat subuh sampai terbit fajar
  • Ba’da sholat ashar sampai tenggelam matahari
  • sebelum waktu dhuhur terkecuali hari jum’at

Sholat Attathowwu almuqoyyadah

Yaitu sholat-sholat sunnah yang telah di tentukan waktunya dan jumlah rokaatnya

Adapun hadits-hadits yang berkenaan tentang sholat tathowwu dalam kitab bulughul marom adalah:

Hadits 1

عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ كَعْبٍ الْأَسْلَمِيِّ رِضَى اَللَّهُ عَنْهُقَالَ : ( قَالَ لِي اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم سَلْ . فَقُلْتُ

: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي اَلْجَنَّةِ . فَقَالَ : أَوَغَيْرَ ذَلِكَ ? , قُلْتُ : هُوَ ذَاكَ , قَالَ : ” فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ

بِكَثْرَةِ اَلسُّجُودِ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

Diriwayatkan dari Rabi’ah bin Malik radhiallohu’anhu, ia berkata : “Nabi sallallohu’alaihiwasallam bersabda kepadaku: “mintalah”. Aku menjawab: “saya mohon padamu untuk bisa berdekatan denganmu nanti di surga”, Beliau sallollohu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah ada yang lain?”, Aku berkata: “hanya itu”, Beliau sallallohu’alaihi wasallam bersabda: “Bantulah saya mengendalikan dirimu dengan sering bersujud” (Riwayat Muslim)

Hadits 2.

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَاقَالَ : ( حَفِظْتُ مِنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم عَشْرَ رَكَعَاتٍ :

رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ اَلظُّهْرِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اَلْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ , وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اَلْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ ,

وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ اَلصُّبْحِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وَفِي رِوَايَةٍ لَهُمَا : ( وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ اَلْجُمْعَةِ فِي بَيْتِهِ ).

Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku menghapal dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam 10 rakaat yaitu: dua rakaat sebelum Dhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib di rumahnya, dua rakaat setelah Isya’ di rumahnya, dan dua rakaat sebelum Shubuh. Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat Bukhari-Muslim yang lain: Dan dua rakaat setelah Jum’at di rumahnya

Hadits 3

وَلِمُسْلِمٍ : ( كَانَ إِذَا طَلَعَ اَلْفَجْرُ لَا يُصَلِّي إِلَّا رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ )

Dalam suatu riwayat Muslim: Apabila fajar telah terbit beliau tidak sholat kecuali dua rakaat yang pendek.

Hadits 4

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا– : أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ( كَانَ لَا يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ اَلظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ

قَبْلَ اَلْغَدَاةِ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tidak meninggalkan (sholat sunat) empat rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sebelum Shubuh. Riwayat Bukhari.

Hadits 5

وَعَنْهَا قَالَتْ : ( لَمْ يَكُنْ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى شَيْءٍ مِنْ اَلنَّوَافِلِ أَشَدَّ تَعَاهُدًا مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْ

اَلْفَجْرِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tidak pernah memperhatikan sholat-sholat sunat melebihi perhatiannya terhadap dua rakaat fajar. Muttafaq Alaihi.

Hadits 6

وَلِمُسْلِمٍ : ( رَكْعَتَا اَلْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ اَلدُّنْيَا وَمَا فِيهَا )

Menurut riwayat Muslim: Dua rakaat fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.

Download Kajian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s