89. Seorang Hamba Adalah Pemimpin -104


89. Seorang Hamba Adalah Pemimpin -104

151/206. Dari Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته فالأمير الذي على الناس راع وهو مسؤول عن رعيته والرجل راع على أهل بيته وهو مسؤول عن رعيته وعبد الرجل [وفي طريق: والخادم/ ٢١٤] راع على مال سيده وهو مسؤول عنه [والمرأة راعية في بيت زوجها]، [وهي مسئولة]، -[سمعت هئولاءعن النبي صلي الله عليه وسلم وأحسب النبي صلي الله عليه وسلم قل:- والرجل في مال أبيه]، ألا كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته

 “(Ingatlah) semua kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas yang apa dipimpinnya, Pemimpin yang memimpin manusia adalah yang bertanggung jawab dan dia dituntut pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Seorang lelaki pemimpin atas keluarganya, dan dia dituntut pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Hamba sahaya seseorang (menurut suatu riwayat, dan pelayan / 214) adalah pemimpin atas harta majikannya, dan dia dituntut pertanggungjawaban, (seorang wanita pemimpin dalam keluarga suaminya), (dan dia dituntut pertanggungjawaban),” -(aku mendengar tentang mereka dari Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku mengira Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Seseorang (menjadi pemimpin) dalam menjaga harta bapaknya). Ingatlah, setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin dituntut pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.”

 Shahih, di dalam kitab Ghayatul Maram (268), dan kitab Shahih Abu Daud (2600). (Bukhari, 11- Kitab Al Jum’ah, 11-Bab Al Jum’ah fil Qura wal Mudun. Muslim, 33- Kitab Al Imarah, 5- Bab Fadhilatul Imamil-‘Adili, hadits 20).

90. Orang yang Senang Menjadi Hamba (Budak) -105

152/208. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

العبد المسلم إذا أدى حق الله وحق سيده له أجران والذي نفس أبى هريرة بيده لولا الجهاد في سبيل الله والحج وبر أمى لأحببت أن أموت مملوك

 “Seorang hamba yang muslim apabila melaksanakan hak Allah dan hak majikannya, maka baginya dua pahala.” Demi zat yang jiwa raga Abu Hurairah berada pada kekuasaan-Nya!, sekiranya tidak ada jihad di jalan Allah, haji, dan berbuat baik terhadap ibuku, niscaya aku senang mati menjadi hamba sahaya.

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (877). (Bukhari, 49-Kitab Al Itqu, 16- Bab Al Abdu Idza Ahabba ‘Ibadata Rabbihi wa Nashaha Sayyiduhu. Muslim, 27- Kitab Al Iman, 11- Bab Tsawabul Abdi wa Ajruhu Idza Nashaha li Sayyidihi, hadits 44).

Download Kajian

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s