95. Barang Siapa tidak dapat Membalas Kebaikan Orang Lain, Hendaklah dia Mendoakannya – 111


95. Barang Siapa tidak dapat Membalas Kebaikan Orang Lain, Hendaklah dia Mendoakannya 111

159/217. Dari Anas, bahwa kaum Muhajirin berkata.

يا رسول الله ذهب الأنصار بالأجر كله قال لا ما دعوتم الله لهم وأثنيتم عليهم به

 “Wahai Rasulullah! Apakah kaum Anshar pergi (dengan membawa) semua pahala?.” Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak, selama kalian mendoakan mereka dan memuji mereka atas apa yang diberikan kepada engkau.”

 Shahih, di dalam kitab At-Ta’liqu Ar-Raghib (2/56). (Abu Daud, 40- Kitab Al Adab, 11- Bab Al Ladzi Syakaral Ma’ruf. Tirmidzi, 35-Kitab Al Qiyamah, 44- Bab Haddatsana Al Husain ibnu Hasan)

96. Orang yang Tidak Mensyukuri Orang Lain 112

160/219.  Dari  Abu  Hurairah, Nabi  Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

 لا يشكر الله من لا يشكر الناس

      “Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada orang lain.”

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (416).

161/219.  Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

 قال الله تعالى للنفس اخرجى قالت لا أخرج إلا كارهة

Allah Ta’ala berfirman kepada jiwa (ruh), “Keluarlah.” Dia berkata, “Aku tidak akan keluar kecuali terpaksa.”

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (2013). (Abu Daud, 40-Kitab Al Adab, 11- Bab Fi Syukrin li Ma’rufin, Tirmidzi, 45- Kitab Al Birru wash-Shilah, 35- Bab Ma Ja’a fis-syukri li Man Ahsana Ilaika)

97.  Bantuan Seseorang kepada Saudaranya -113

162/220. Dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 (وفي روايةعنه أمنه سأل رسول الله صلي الله عليه وسلم) أي الأعمال خير (وفي الروايةالأخري: أي العمل أفضل) قال إيمان بالله وجهاد في سبيله قيل (وفي الأخري: قل فأي الرقاب أفضل) قل أغلاها ثمنا وأنفسها عند أهلها قال أفرايت إن لم أستطع بعض العمل قال فتعين ضائعا أو تصنع لأخرق قال أفرأيت إن ضعفت قال تدع الناس من الشر فإنها صدقة تصدق بها على نفسك

 (Menurut satu riwayat darinya, bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam /226), “Amal apa yang paling baik? (menurut riwayat lain, Amal apa yang paling utama? ) Nabi menjawab, “Iman kepada Allah dan jihad (berjuang) di jalan-Nya.” Dikatakan, (menurut riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab) “Lalu (memerdekakan) budak yang bagaimana yang paling utama?” Nabi menjawab, “Yang paling mahal harganya dan yang paling bagus menurut pemiliknya.” Abu Dzarr berkata, “Beritahukanlah kepadaku sekiranya aku tidak mampu (melakukan) sebagian pekerjaan?,” Nabi menjawab, “Maka engkau membantu orang yang bekerja atau mengerjakan (sesuatu) untuk kamu jual.” Abu Dzar berkata, “Beritahukanlah kepadaku sekiranya aku tidak mampu,” Nabi menjawab, “Tinggalkan manusia dari kejahatan, karena itu adalah sedekah yang engkau sedekahkan kepada dirimu.”

Shahih di dalam kitab Ash-Shahihah (575). (Bukhari, 49-Kitab Al Itqu, 2- Bab Ayyur-Riqabi Afdhalu? Muslim : 1-Kitab Al Iman, 34-Bab Kaunul lmani Billahi Afdhalul A’mal, hadits 136).

Download Kajian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s