109. Tersenyum -125


109. Tersenyum -125

187/(1/250). Dari Jarir berkata,

ما رآني رسول الله صلى الله عليه وسلم منذ أسلمت إلا تبسم في وجهي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melihat saya sejak saya masuk Islam, kecuali tersenyum di wajah saya.”

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (3193)  

 188/(2/250). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 يدخل من هذا الباب رجل من خير ذي يمن على وجهه مسحة ملك فدخل جرير

 “Masuk dari pintu ini seorang laki-laki yang baik dari Yaman, (terlihat) pada wajahnya usapan malaikat (ketampanan parasnya).” Kemudian Jarir masuk.

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah, (Bukhari, 78- Kitab Al Adab, 68- Bab At-Tabassumu wad-Dhahiku. Muslim, 44- Kitab Fadha ‘ilush-Shahabati, 29- Bab Fi fadha^ili Jarir, hadits 135).

 Saya berkata, “Pada hadits ini pentakhrijannya dilakukan pada aslinya, maka merupakan satu kesalahan, karena Bukhari dan Muslim tidak mentakhrij hadits ini yang merupakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini diikuti oleh yang menjabarkan kitab Al-Adabul-Mufrad. Semestinya hadits ini diletakkan pada bab sebelumnya.”

 189/251. Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

 ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم ضاحكا قط حتى أرى منه لهواته إنما كان يتبسم صلى الله عليه وسلم قالت وكان إذا رأى غيما أو ريحا عرف في وجهه (وفي طريق:اذارأي مخيلة دخل وخرج، وأقبل وتغير وجهه، فإذأمطرت اسماء سري عنع ٩٠٨) فقالت يا رسول الله إن الناس إذا رأوا الغيم فرحوا رجاء أن يكون فيه المطر وأراك إذا رأيته عرفت في وجهك الكراهة فقال يا عائشة ما يؤمنى أن يكون فيه عذاب؟ عذب قوم بالريح وقد رأى قوم العذاب فقالوا (هذا عارض ممطرنا) [الأ حقاف.٢٤]. ومن الطريق الأخري: وماأدري لعله كما قل الله عزوجل: (فلم رأوه عارضا مستقبل أوديبهم)الآيه).

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa sama sekali sehingga Saya melihat ditengah candanya, melainkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya tersenyum.”

Aisyah berkata, “Ketika Rasulullah melihat awan atau angin, maka terlihat diwajahnya (menurut jalan periwayatan lain, Apabila merasakan sesuatu yang tidak enak, maka Rasulullah ke luar masuk, maju-mundur, dan berubah wajahnya, apabila langit menurunkan hujan, maka Rasulullah bergembira 908).” Lalu Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya orang-orang apabila melihat awan hitam, mereka bergembira seraya mengharap agar awan tersebut mengandung hujan, tetapi saya melihat jika engkau melihat awan hitam, tampak di wajahmu rasa tidak tenang.” Lalu Nabi berkata, “Wahai Aisyah!, yang saya khawatirkan adalah turunnya adzab. Ada kaum yang disiksa dengan angin, sungguh segolongan kaum telah melihat siksa lalu mereka berkata, (Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami)” (Al Ahqaaf : 24) Dari jalan periwayatan yang lain, “Aku tidak mengerti, barangkali hujan itu seperti yang difirmankan Allah Azza wa Jalla, (Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka……)

Shahih: Bukhari, 65- At-Tafsir, 46- Surah Al Ahqaaf, 2- Bab (Falamma Ra’auhu Aridhan Mustaqbila Audiyatihim). Muslim : 9 -Kitab Al Istisqa\ 3- Bab At-Ta’awwudz ‘inda ruyatirrihi wal Ghaimi, hadits 16)

Download Kajian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s