111. Apabila Maju maka Maju Semuanya dan Apabila Mundur maka Mundur Semuanya -127


111. Apabila Maju maka Maju Semuanya dan Apabila Mundur maka Mundur Semuanya 127

193/255. Dari Musa ibnu Muslim budak yang dimerdekakan oleh anak laki-laki Qarizh, dari Abu Hurairah, bahwasanya dia barangkali menceritakan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata,

حدثنيه أهدب الشفرين أبيض الكشحين إذا اقبل أقبل جميعا وإذا أدبر أدبر جميعا لم تر عين مثله ولن تراه

“Orang yang bulu matanya panjang dan halus, orang yang kedua lambungnya putih menceritakan hadits kepadaku, apabila maju maka maju semuanya, dan apabila mundur maka mundur semuanya. Tidak akan terlihat mata seperti matanya (Nabi) dan sekali-kali engkau tidak akan melihatnya.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (3195).

112. Orang yang Diajak Musyawarah adalah Orang yang Dipercaya 128

193/256. Dari Abu Hurairah berkata,

قل النبي صلي الله عليه وسلم لأبي الهيشم: هل لك خادم؟ قال لا قال فإذا أتانا سبى فأتنا فأتى النبي صلى الله عليه وسلم برأسين ليس معهما ثالث فأتاه أبو الهيثم قال النبي صلى الله عليه وسلم اختر منهما قال يا رسول الله اختر لي فقال النبي صلى الله عليه وسلم إن المستشار مؤتمن خذ هذا فإني رايته يصلى واستوص به خيرا فقالت امرأته ما أنت ببالغ ما قال فيه النبي صلى الله عليه وسلم إلا أن تعتقه قال فهو عتيق فقال النبي صلى الله عليه وسلم إن الله لم يبعث نبيا ولا خليفة إلا وله بطانتان بطانه تأمره بالمعروف وتنهاه عن المنكر وبطانة لا تألوه خبالا ومن يوق بطانة السوء فقد وقى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Abu Al Haitsam, ‘Apakah engkau mempunyai pelayan? Dia menjawab, Tidak.’ Nabi bersabda, ‘Apabila datang tawanan kepada kami, maka kemarilah (datangi kami).’

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam didatangkan kepadanya dua tawanan, dan tidak ada orang yang ketiga yang menyertai kedua tawanan tersebut. Kemudian Abu Al Haitsam mendatangi Nabi, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Pilihlah salah satu dari keduanya.’ Abu Al Haitsam menjawab, “Wahai Rasulullah! pilihkan untuk saya.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Orang yang diajak musyawarah orang yang dipercaya, ambillah ini, karena saya melihat dia melakukan shalat, dan berwasiatlah kebaikan kepadanya.’ Kemudian istri Abu Al Haitsam berkata, Tidaklah engkau itu dikatakan orang yang menjalankan kepada perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali engkau memerdekakannya.’ Abu Al Haitsam berkata, ‘Maka dia (saya) merdekakan.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,‘ Sesungguhnya Allah tidak mengutus Nabi atau khalifah, kecuali baginya dua perkara yang mengiringinya. Pengiring yang memerintahkannya untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran dan pengiring yang merusak dirinya. Barang siapa dipelihara dari pengiring yang buruk, maka dia benar-benar terpelihara.”‘

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (1641). (Tirmidzi, 34- Kitab Az-Zuhdu, 39- Bab Ma Ja’a fi Ma’isyati Ashabin-Nabiyyi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Download Kajian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s