Membaca Basmalah pada setiap keadaan dan ketika mendatangi istri


Bab Membaca Basmalah pada setiap keadaan dan ketika mendatangi istri.

Pada bab ini Al-Imam Albukhori rahimahullohuta’ala menyebutkan satu hadits yang secara dhohir tidak berkaitan langsung terhadap kitab yang beliau bahas yaitu kitab wudhu dan bab yang beliau sebutkan, namun begitulah kitab shohih yang beliau tulis yang sekaligus sebagai kitab fiqih yang terkadang beliau mengulang atau menyebutkan satu hadits pada beberapa tempat, hal ini beliau lakukan dalam rangka mengambil istimbath dari bab-bab yang berkaitan.

Berkata Al-Imam Albukhori dalam kitab shohihnya:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
يَبْلُغُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَقُضِيَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرُّهُ

Telah menceritakan kepada kami [‘Ali bin ‘Abdullah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Salim bin Abu Al Ja’d] dari [Kuraib] dari [Ibnu ‘Abbas] dan sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian ingin mendatangi isterinya (untuk bersetubuh), maka hendaklah ia membaca; ‘ALLAHUMMA JANNIBNASY SYAITHAANA WA JANNIBISY SYAITHAANA MAA RAZAQTANAA (Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rizkikan (anak) kepada kami) ‘. Jika dikaruniai anak dari hubungan keduanya maka setan tidak akan dapat mencelakakan anak itu.”

Maka dalam hadits ini terkandung beberapa faidah diantaranya:

  1. Anjuran untuk mengucapkan basmalah sebelum memulai wudhu, sebagaimana yang di sebutkan dalam hadits tersebut bahwa dianjurkannya membaca basmalah pada setiap keadaan, bahkan pada saat hendak memulai jima’ sekalipun yang mana pada saat jima’ hendaknya tidak banyak berbicara namun tetap di syariatkan membaca basmalah terlebih lagi saat wudhu (note.1)
  2. Disyariatkannya untuk selalu berdo’a dan berlindung diri kepada Alloh subhanahuwata’ala
  3. Seseorang yang berjima’/bersetubuh dengan istrinya tidak hanya melampiaskan syahwat semata , namun di dalamnya terkandung unsur ibadah dan memelihara diri
  4. Di anjurkannya untuk selalu berdzikir kepada Alloh di setiap keadaan, walaupun dalam keadaan bersetubuh
  5. Anak adalah rizki dari Alloh subhanahuwata’ala, sehingga tidaklah benar ucapan seseorang banyak anak akan mengurangi rizki

note.1

Segala bentuk peribadahan dalam islam adalah bersifat tauqifiah (berhenti pada dalil), tidak melakukan/mengurangi/menambah ibadah melainkan ada dalil yang menyebutkannya, maka hanya berdalil dengan hadits ibn Abbas di atas tidaklah cukup untuk menetapkan di syariatkannya membaca basmalah sebelum berwudhu, sehingga di perlukan penguat-penguat yang lainnya, sebagaimana yang akan di sebutkan.

Hukum membaca basmalah sebelum berwudhu telah di perselisihkan oleh para ulama sehingga terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1. Wajib : ini adalah pendapat sebahagian ulama Alhanafilah dan Adhdhohiriah

2. Sunnah :  ini adalah pendapat jumhur kalangan ulama

letak perselisihannya di sebabkan oleh satu hadits yang di riwayatkan dari beberapa jalur:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا وُضُوءَ لَهُ وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa’id] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Musa] dari [Ya’qub bin Salamah] dari [Ayahnya] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak sah shalat orang yang tidak berwudhu, dan tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah Ta’ala padanya.” (HR. Abu Daud dalam sunan Abu Daud).

Namun hadits tersebut tidak luput dari perbincangan sebagaimana yang akan di sebutkan oleh Ustaduna Asykari hafidhahulloh pada pembahasan bab tersebut, simak kelanjutannya:

Download Kajian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s