Apabila Masuk islam tidak pada hakekatnya


Ikutipembahasan shohih bukhori bab Apabila masuk islam tidak pada hakekatnya.

Hadits yang menjadi pembahasan dalam kajian ini adalah:

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَى رَهْطًا وَسَعْدٌ جَالِسٌ فَتَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا هُوَ أَعْجَبُهُمْ إِلَيَّ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَكَ عَنْ فُلَانٍ فَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَرَاهُ مُؤْمِنًا فَقَالَ أَوْ مُسْلِمًا فَسَكَتُّ قَلِيلًا ثُمَّ غَلَبَنِي مَا أَعْلَمُ مِنْهُ فَعُدْتُ لِمَقَالَتِي فَقُلْتُ مَا لَكَ عَنْ فُلَانٍ فَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَرَاهُ مُؤْمِنًا فَقَالَ أَوْ مُسْلِمًا ثُمَّ غَلَبَنِي مَا أَعْلَمُ مِنْهُ فَعُدْتُ لِمَقَالَتِي وَعَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا سَعْدُ إِنِّي لَأُعْطِي الرَّجُلَ وَغَيْرُهُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْهُ خَشْيَةَ أَنْ يَكُبَّهُ اللَّهُ فِي النَّارِ وَرَوَاهُ يُونُسُ وَصَالِحٌ وَمَعْمَرٌ وَابْنُ أَخِي الزُّهْرِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Amir bin Sa’d bin Abu Waqash dari Sa’d, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan makanan kepada beberapa orang dan saat itu Sa’d sedang duduk. Tetapi Beliau tidak memberi makanan tersebut kepada seorang laki-laki, padahal orang tersebut yang paling berkesan bagiku diantara mereka yang ada, maka aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulan? Sungguh aku melihat dia sebagai seorang mu’min.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membalas: “atau dia muslim?” Kemudian aku terdiam sejenak, dan aku terdorong untuk lebih memastikan apa yang dimaksud Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, maka aku ulangi ucapanku: “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan si fulan? Sungguh aku memandangnya sebagai seorang mu’min.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membalas: “atau dia muslim?” Lalu aku terdorong lagi untuk lebih memastikan apa yang dimaksudnya hingga aku ulangi lagi pertanyaanku. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Sa’d, sesungguhnya aku juga akan memberi kepada orang tersebut. Namun aku lebih suka memberi kepada yang lainnya dari pada memberi kepada dia, karena aku takut kalau Allah akan mencampakkannya ke neraka”. Yunus, Shalih, Ma’mar dan keponakan Az Zuhri, telah meriwayatkan dari Az Zuhri.

Hadits-hadits lain yang di sebutkan:

1. Hadits riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya no. 9137

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَبُو حَيَّانَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَارِزًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكِتَابِهِ وَلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ الْآخِرِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنَّكَ إِنْ لَا تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا وَإِذَا كَانَتْ الْعُرَاةُ الْحُفَاةُ الْجُفَاةُ رُءُوسَ النَّاسِ فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الْبَهْمِ فِي الْبُنْيَانِ فَذَلِكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ }
ثُمَّ أَدْبَرَ الرَّجُلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّه
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُدُّوا عَلَيَّ الرَّجُلَ فَأَخَذُوا لِيَرُدُّوهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا فَقَالَ هَذَا جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام جَاءَ لِيُعَلِّمَ النَّاسَ دِينَهُمْ

Telah menceritakan kepada kami Isma’il telah menceritakan kepada kami Abu Hayyan dari Abu Zur’ah bin ‘Amru bin Jarir dari Abu Hurairah berkata; “suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tampak di tengah-tengah orang-orang, tiba-tiba datang seorang laki-laki dan bertanya; “Wahai Rasulullah apa itu iman?” Beliau bersabda: “Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kita kitab-Nya, perjumpaan dengan-Nya, para Rasul-Nya serta beriman dengan hari kiamat.” Ia bertanya lagi; “Wahai Rasulullah, apa itu Islam?” beliau menjawab: “Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan engkau menegakkan shalat, melaksanakan zakat dan berpuasa Ramadhan.” Ia bertanya lagi; “Wahai Rasulullah, apa itu ihsan?” beliau bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya, dan jika tidak melihat-Nya maka Ia pasti melihatmu.” Ia bertanya lagi; “Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?” beliau menjawab: “Tidaklah yang ditanya lebih tahu dari yang bertanya, tapi akan aku beritahu kepadamu tanda-tandanya, yaitu jika seorang budak wanita melahirkan anak tuannya itulah di antara tanda-tandanya, jika engkau melihat orang-orang telanjang dan tidak beralas kaki menjadi pemimpin manusia, itu di antara tanda-tandanya, jika para penggembala hewan ternak berlomba-lomba meninggikan bangunan maka itu di antara tanda-tandanya, itu semua termasuk dalam lima perkara yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.” Kemudian beliau membaca ayat: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” Kemudian laki-laki itu pergi, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda; “hadapkan laki-laki itu kepadaku, ” lalu mereka mencarinya namun tidak menemukannya, dan Rasulullah lalu bersabda: “Dia adalah Jibril ‘Alaihis Salam datang untuk mengajarkan manusia akan agama mereka.”

2. Hadits riwayat Imam ahmad no.  14276

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا أَبُو شِهَابٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْجِعْرَانَةِ وَهُوَ يَقْسِمُ فِضَّةً فِي ثَوْبِ بِلَالٍ لِلنَّاسِ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ اعْدِلْ فَقَالَ وَيْلَكَ وَمَنْ يَعْدِلُ إِذَا لَمْ أَعْدِلْ لَقَدْ خِبْتُ إِنْ لَمْ أَكُنْ أَعْدِلُ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ دَعْنِي أَقْتُلْ هَذَا الْمُنَافِقَ فَقَالَ مَعَاذَ اللَّهِ أَنْ يَتَحَدَّثَ النَّاسُ أَنِّي أَقْتُلُ أَصْحَابِي إِنَّ هَذَا وَأَصْحَابَهُ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ أَوْ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْ الرَّمِيَّةِ

Telah bercerita kepada kami Hasan bin Musa telah mengabarkan kepada kami Abu Syihab dari Yahya bin Sa’id dari Abu Az Zubair dari Jabir bin Abdullah berkata; saya bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam saat peristiwa Ji’ronah saat beliau sedang membagi perak kepada orang-orang yang dibungkus pada pakaian Bilal. Lalu ada seseorang yang berkata; ‘Wahai Rasulullah berbuat adillah! ‘. Beliau bersabda: “Celaka kamu, siapa yang akan berbuat adil jika saya tidak berbuat adil, sungguh saya akan menjadi miskin jika saya tidak berbuat adil!”. ‘Umar berkata; Wahai Rasulullah, biarkan saya membunuh orang munafiq itu!.’ Lalu (Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam) bersabda: “Saya berlindung kepada Allah, bagaimana jika ada komentar yang mengatakan saya telah membunuh seorang sahabatku?. orang ini dan para sahabatnya, mereka membaca Al qur’an tapi tidak melewati pangkal tenggorokannya atau tulang selangkanya. Mereka telah meninggalkan agama ini sebagaimana anak panah terlempar dari busurnya”.

Simak pembahasannya

Download Kajian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s