About

بسم الله الرّحمٰن الرحيم

Ahlan Wasahlan di blog sederhana ini, blog ini adalah milik pribadi dari seorang penuntut ilmu, yang sangat sedikit ilmunya, ana bukanlah seorang ustad yang mampu menyajikan karyanya di dunia maya ini.

blog ini hanya berisikan hadits-hadits dan ayat yang terdapat/di sebutkan dalam penyampaian kajian oleh ustad yang menyampaikan, yang ana salin dari kitab yang menjadi pokok pembahasan pada kajian ataupun dauroh.

Al Imam Al Bukhori dalam kitab shohihnya membuat sebuah judul “Hendaknya yang hadir menyampaikan ilmu kepada yang tidak hadir” dalam haditsnya yang panjang beliau menyebutkan:

عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ [الْعَدَوِيِّ] أَنَّهُ قَالَ لِعَمْرِو بْنِ سَعِيدٍ وَهُوَ يَبْعَثُ الْبُعُوثَ إِلَى مَكَّةَ ائْذَنْ لِي أَيُّهَا الْأَمِيرُ أُحَدِّثْكَ قَوْلًا قَامَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْغَدَ مِنْ يَوْمِ الْفَتْحِ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي وَأَبْصَرَتْهُ عَيْنَايَ حِينَ تَكَلَّمَ بِهِ حَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ مَكَّةَ حَرَّمَهَا اللَّهُ وَلَمْ يُحَرِّمْهَا النَّاسُ فَلَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَسْفِكَ بِهَا دَمًا وَلَا يَعْضِدَ بِهَا شَجَرَةً فَإِنْ أَحَدٌ تَرَخَّصَ لِقِتَالِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا فَقُولُوا [لَهُ] إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَذِنَ لِرَسُولِهِ وَلَمْ يَأْذَنْ لَكُمْ وَإِنَّمَا أَذِنَ لِي فِيهَا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ثُمَّ عَادَتْ حُرْمَتُهَا الْيَوْمَ كَحُرْمَتِهَا بِالْأَمْسِ وَلْيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَقِيلَ لِأَبِي شُرَيْحٍ مَا قَالَ [لَكَ] عَمْرٌو قَالَ أَنَا أَعْلَمُ [بِذَلِكَ] مِنْكَ يَا أَبَا شُرَيْحٍ [إِنَّ الْحَرَمَ] لَا يُعِيذُ عَاصِيًا وَلَا فَارًّا بِدَمٍ وَلَا فَارًّا بِخَرْبَةٍ

70. Dari Abu Syuraih [Al Adawi 5/94], berkata kepada Amr bin Sa’id ketika Amr sedang mengirim tentara ke Makkah; “Wahai pemimpin, izinkanlah aku menyampaikan sabda Nabi yang diucapkan beliau di pagi hari penaklukan kota Makkah.” Sabda ini kudengar langsung dengan kedua telingaku, kupahami langsung dengan hatiku, dan kulihat langsung dengan kedua mataku ketika beliau mengucapkannya. Saat itu beliau terlebih dahulu memuji dan mengagungkan-Nya, lalu bersabda, “Sesungguhnya kota Makkah telah diharamkan (disucikan) Allah dan bukan diharamkan oleh manusia. Tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah di dalamnya dan menebang pohonnya. Jika ada orang yang mengatakan bahwa hal tersebut halal karena Rasulullah Sallallohu’alaihi wasallam sendiri berperang di Makkah, maka katakanlah [kepadanya 2/213], ‘Sesungguhnya Allah hanya memberi izin kepada Rasul-Nya dan tidak memberi izin kepada kalian semua. Itupun hanya sesaat di siang hari penaklukan, kemudian kesucian kota ini kembali seperti semula.’ Hendaklah yang hadir menyampaikan hal ini kepada yang tidak hadir. ” Seseorang bertanya kepada Abu Syuraih, “Apakah jawaban yang dikemukakan Amr [kepadamu]?” Abu Syuraih menjawab, “Dia berkata, ‘Wahai Abu Syuraih, aku lebih tahu [tentang itu] daripada engkau. Kota Makkah (dalam riwayat lain: Tanah suci) tidak akan melindungi pendurhaka, tidak pula orang yang lari dengan darah (pembunuh), dan tidak pula melindungi pencuri.'”

Sehingga harapan kami blog ini dapat menjadi sarana bagi antum yang tidak dapat menghadiri kajian karena udzur, mungkin seperti yang ana ketahui dari beberapa ikhwan yang tinggal di suatu daerah di mana tidak ada kajian ahlussunnah di daerahnya.

Namun adalah suatu hal yang tidak benar pula jika antum hanya mencukupkan diri dengan kajian hasil download di internet saja, namun yang lebih afdhol adalah menghadiri kajian secara langsung kepada para asatidzah, sebaaimana yang telah di sebutkan dari Nabi sallallohu’alaihi wa sallam:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu (syar’i), Allah akan mudahkan baginya dengan ilmu tersebut, jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)

blog ini juga di buat bukan untuk sarana tanya jawab ataupun perdebatan yang panjang, karena ana khawatir berdebat dengan ana bagi antum hanyalah debat kusir, atau ana akan memberikan jawaban yang menyesatkan bagi antum, untuk merujuk sebuah pertanyaan silahkan antum merujuk pada seorang ulama ahlussunnah atau para asatidzah yang mumpuni di bidangnya.

Silahkan antum mengambil manfaat dari mendownload kajian dari para asatidzah ahlussunnah, dan tinggalkan apa yang salah dari blog ini, tentunya kritik dan saran sangat ana harapkan apa bila antum menemui kesalahan pada blog ini, karena ana yakin seorang muslim yang baik tidak akan membiarkan saudaranya dalam kesesatan/kesalahan.

Jazakallohukhoir

admin

38.  Hendaknya yang Hadir Menyampaikan Ilmu Kepada yang Tidak Hadir

عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ [الْعَدَوِيِّ] أَنَّهُ قَالَ لِعَمْرِو بْنِ سَعِيدٍ وَهُوَ يَبْعَثُ الْبُعُوثَ إِلَى مَكَّةَ ائْذَنْ لِي أَيُّهَا الْأَمِيرُ أُحَدِّثْكَ قَوْلًا قَامَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْغَدَ مِنْ يَوْمِ الْفَتْحِ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي وَأَبْصَرَتْهُ عَيْنَايَ حِينَ تَكَلَّمَ بِهِ حَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ مَكَّةَ حَرَّمَهَا اللَّهُ وَلَمْ يُحَرِّمْهَا النَّاسُ فَلَا يَحِلُّ لِامْرِئٍ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يَسْفِكَ بِهَا دَمًا وَلَا يَعْضِدَ بِهَا شَجَرَةً فَإِنْ أَحَدٌ تَرَخَّصَ لِقِتَالِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا فَقُولُوا [لَهُ] إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَذِنَ لِرَسُولِهِ وَلَمْ يَأْذَنْ لَكُمْ وَإِنَّمَا أَذِنَ لِي فِيهَا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ثُمَّ عَادَتْ حُرْمَتُهَا الْيَوْمَ كَحُرْمَتِهَا بِالْأَمْسِ وَلْيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَقِيلَ لِأَبِي شُرَيْحٍ مَا قَالَ [لَكَ] عَمْرٌو قَالَ أَنَا أَعْلَمُ [بِذَلِكَ]  مِنْكَ يَا أَبَا شُرَيْحٍ [إِنَّ الْحَرَمَ] لَا يُعِيذُ عَاصِيًا وَلَا فَارًّا بِدَمٍ وَلَا فَارًّا بِخَرْبَةٍ

70.

Dari Abu Syuraih [Al Adawi 5/94], berkata kepada Amr bin Sa’id ketika Amr sedang mengirim tentara ke Makkah; “Wahai pemimpin, izinkanlah aku menyampaikan sabda Nabi yang diucapkan beliau di pagi hari penaklukan kota Makkah.” Sabda ini kudengar langsung dengan kedua telingaku, kupahami langsung dengan hatiku, dan kulihat langsung dengan kedua mataku ketika beliau mengucapkannya. Saat itu beliau terlebih dahulu memuji dan mengagungkan-Nya, lalu bersabda, “Sesungguhnya kota Makkah telah diharamkan (disucikan) Allah dan bukan diharamkan oleh manusia. Tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah di dalamnya dan menebang pohonnya. Jika ada orang yang mengatakan bahwa hal tersebut halal karena Rasulullah SAWsendiri berperang di Makkah, maka katakanlah [kepadanya 2/213], ‘Sesungguhnya Allah hanya memberi izin kepada Rasul-Nya dan tidak memberi izin kepada kalian semua. Itupun hanya sesaat di siang hari penaklukan, kemudian kesucian kota ini kembali seperti semula.’ Hendaklah yang hadir menyampaikan hal ini kepada yang tidak hadir. ” Seseorang bertanya kepada Abu Syuraih, “Apakah jawaban yang dikemukakan Amr [kepadamu]?” Abu Syuraih menjawab, “Dia berkata, ‘Wahai Abu Syuraih, aku lebih tahu [tentang itu] daripada engkau. Kota Makkah (dalam riwayat lain: Tanah suci) tidak akan melindungi pendurhaka, tidak pula orang yang lari dengan darah (pembunuh), dan tidak pula melindungi pencuri.'”

2 thoughts on “About

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s