Tuntunan Shalat Musafir Bagian 2


Melanjutkan apa yang telah di bahas sebelumnya berkenaan tentang hukum-hukum tatacara dan adab yang di syariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada hambanya yang berkaitan tentang perjalanan safar terkhusus pada tata cara beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Allah ‘azza wajalla telah mewajibkan bagi ummat Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam untuk menegakkan shalat lima waktu dimanapun mereka berada dan bahkan Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan shalat lima waktu menjadi bagian dari rukun islam, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda sebagaimana yang di riwayatkan dari Imam Al Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi sallallahu’alaihi wa sallam mengatakan:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَان وَحَجُّ الْبَيْتِ َ

“Islam ini di bangun di atas lima perkara: mengucapkan dua kalimat syahadat, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan, dan berhaji ke baitullahil haram”

Maka ini menunjukkan bahwa shalat lima waktu merupakan hal yang sangat penting sekali dalam islam, bahkan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam menjadikan pembeda antara seorang muslim dengan seorang yang di sebut kafir dan musyrik.

“Perjanjian antara seorang dikatakan muslim dengan seorang dikatakan kafir dan musyrik adalah meinggalkan shalat”

Oleh karena itu ketika Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan shalat lima waktu pada hamba-hambanya, maka Allah subhanahu wa ta’ala juga memberikan beberapa keringanan dalam menjalankan ibadah, sebab Allah tabaraka wa ta’ala tidak menghendaki kesulitan bagi hambanya dalam melaksanakan ibadah, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

” Dan Allah tidak memberi kesempitan pada kalian dalam mengamalkan agamanya”

Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki atas kalian kemudahan dan Allah subhanahu wa ta’ala tidak menghendaki kesulitan atas kalian”

Continue reading

Kajian Terbaru


B. Syarh Ash Shudur fi tahriimi rof’il qubur li Syaukany

[audio https://safariilmu.files.wordpress.com/2013/01/b-syarh-ash-shudur-fi-tahriimi-rof_il-qubur-li-syaukany-_-al-ustadz-abul-abbas-as-sikhri-al-ustadz-askari.mp3]

Buang Air Kecil Di Air Yang Tidak Mengalir

[audio https://safariilmu.files.wordpress.com/2013/01/buang-air-kecil-di-air-yang-tidak-mengalir-_-al-ustadz-askari-_-kajian-shahih-bukhari.mp3]

Beberapa Permasalahan Dalam Shalat Jenazah

[audio https://safariilmu.files.wordpress.com/2012/12/beberapa-permasalahan-dalam-shalat-jenazah-_-al-ustadz-askari-_-kajian-bulughul-maram.mp3]

Shalat Ghaib

[audio https://safariilmu.files.wordpress.com/2012/12/shalat-ghaib-_-al-ustadz-askari-_-kajian-bulughul-maram.mp3]

Wasiat Dalam Menyikapi Para Wanita

[audio https://safariilmu.files.wordpress.com/2012/12/wasiat-dalam-menyikapi-para-wanita-_-al-ustadz-askari.mp3] Continue reading

Tuntunan Shalat Musafir Bagian 1


Pentingnya mempelajari hukum dan tata cara dalam beribadah terkhusus bagaimana tatacara seseorang bersuci begitu juga dengan melaksanakan shalat ketika seseorang dalam keadaan musafir di sebabkan karena kita tentunya tidak akan selalu berada dalam keadaan muqim, sehingga masalah-masalah yang kaitannya dengan hukum  dan ibadah sangat penting di ketahui oleh seorang muslim, oleh karena itu penulis buku “Tuntunan Shalat Musafir” (Al Ustadz Abu Karimah Askari) berharap semoga buku ini memberi manfaat bagi kaum muslimin secara umum terkhusus kepada diri beliau dan beliau berdoa semoga menjadi simpanan pahala kelak ketika bertemu Allah subhanahu wa ta’ala.

Ada 3 qaidah penting yang perlu kita ketahui sebelum memulai pembahasan tata cara shalat musafir :

1. Wajib bagi setiap muslim untuk meyakini bahwa islam merupakan agama yang sempurna dan telah menjelaskan segala sesuatu, apa saja yang yang di butuhkan oleh hamba-hambanya dari perkara-perkara yang menyangkut masalah ibadah, perkara-perkara yang menjelaskan tentang halal dan haram, mana yang haq dan yang bathil ini Continue reading

Manasik Haji Dan Umrah


Bismillahirrohmaanirrohiim

Telah selesai Daurah 2 hari dengan tema “Manasik Haji dan Umrah” di sampaikan oleh Al Ustadz Askari hafidzahullah.

Sesi 1 08/10/2011 pagi
Hukum-hukum manasik dan umrah
Adab-adab dan akhlak yang harus di miliki oleh seorang yang hendak melakukan haji dan umrah
Keutamaan menunaikan ibadah haji dan umrah
Wajibnya hukum haji dan umrah
Syarat-syarat haji dan umrah
Hukum orang yang berhaji dan mengulang-ulang umrahnya dalam satu safar
Continue reading

Kajian Kitab Adabul Isyrah Dan Kitab Hisnul Muslim


Berikut Link download kajian selama Ramadhan 1432 membahas kitab Adab-adab Pergaulan Persahabatan Dan Pergaulan (‘Adabul Isyrah) dan Kitab Dzikir Dan Doa Sehari-Hari (Hisnul Muslim) Oleh Al Ustadz Askary hafizhahullah.

01-Adab-Adab-Pergaulan-Persahabatan-Dan-Persaudaraan-Dzikir-Dan-Doa-Sehari-Hari-Al-Ustadz-Askary.mp3


Continue reading

Nasihat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Dalam Menyambut Ramadhan


Simak Kajian Nasihat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Dalam Menyambut Ramadhan di sampaikan oleh Al Ustadz Askary hafizhahullah

Nasihat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Dalam Menyambut Ramadhan

[audio http://statics.ilmoe.com/kajian/users/balikpapan/Lain-Lain/Nasehat-Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-Dalam-Menyambut-Bulan-Ramadhan-Al-Ustadz-Abu-Muawiyah-Askary-bin-Jamal.mp3]

Berikut nasihat Syaikh

قال فضيلة الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز – رحمه الله تعالى – :

نصيحتي للمسلمين جميعاً أن يتقوا الله جل وعلا، وأن يستقبلوا شهرهم العظيم بتوبة صادقة من جميع الذنوب، وان يتفقهوا في دينهم وأن يتعلموا أحكام صومهم وأحكام قيامهم؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: (( من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين )) [1]، ولقول النبي صلى الله عليه وسلم: (( إذا دخل رمضان فتحت أبواب الجنة، وغلقت أبواب النار، وسلسلت الشياطين ))[2] ولقوله صلى الله عليه وسلم: (( إذا كان أول ليلة من رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب جهنم وصفدت الشياطين ويناد منادٍ: يا باغي الخير أقبل، ويا باغي الشر أقصر، ولله عتقاء من النار وذلك في كل ليلة )) [3]. Continue reading

Shalat Jum’at Bagi Musafir


Pada kajian sebelumnya telah di bahas Hadits Thariq bin Syihab yang menyebutkan tentang kewajiban shalat jum’at bagi setiap muslim kecuali 4 golongan:
وَعَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً:مَمْلُوكٌ, وَاِمْرَأَةٌ, وَصَبِيٌّ, وَمَرِيضٌ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَقَالَ: لَمْ يَسْمَعْ طَارِقٌ مِنَ اَلنَّبِيِّ . وَأَخْرَجَهُ اَلْحَاكِمُ مِنْ رِوَايَةِ طَارِقٍ اَلْمَذْكُورِ عَنْ أَبِي مُوسَى
Dari Thariq Ibnu Syihab bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholat Jum’at itu hak yang wajib bagi setiap Muslim dengan berjama’ah kecuali empat orang, yaitu: budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit.” Riwayat Abu Dawud. Dia berkata: Thoriq tidak mendengarnya dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Dikeluarkan oleh Hakim dari riwayat Thariq dari Abu Musa.
Pada kajian sebelumnya telah di bahas Hadits Thariq bin Syihab yang menyebutkan tentang kewajiban shalat jum’at bagi setiap muslim kecuali 4 golongan:

وَعَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً: مَمْلُوكٌ, وَاِمْرَأَةٌ, وَصَبِيٌّ, وَمَرِيضٌ رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَقَالَ: لَمْ يَسْمَعْ طَارِقٌ مِنَ اَلنَّبِيِّ . وَأَخْرَجَهُ اَلْحَاكِمُ مِنْ رِوَايَةِ طَارِقٍ اَلْمَذْكُورِ عَنْ أَبِي مُوسَى

Dari Thariq Ibnu Syihab bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholat Jum’at itu hak yang wajib bagi setiap Muslim dengan berjama’ah kecuali empat orang, yaitu: budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit.” Riwayat Abu Dawud. Dia berkata: Thoriq tidak mendengarnya dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Dikeluarkan oleh Hakim dari riwayat Thariq dari Abu Musa. Continue reading

Berwudlu Dengan Air Yang Di Gunakan Untuk Membasuh Rambut


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَانَتْ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَالْتَمَسَ النَّاسُ الْوَضُوءَ فَلَمْ يَجِدُوهُ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَضُوءٍ فَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ الْإِنَاءِ يَدَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ يَتَوَضَّئُوا مِنْهُ قَالَ فَرَأَيْتُ الْمَاءَ يَنْبُعُ مِنْ تَحْتِ أَصَابِعِهِ حَتَّى تَوَضَّئُوا مِنْ عِنْدِ آخِرِهِمْ

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ishaq bin ‘Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik berkata, “Ketika waktu shalat Ashar tiba, orang-orang mencari air wudlu namun tidak mendapatkannya. Lalu aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diberi air wudlu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian meletakkan tangannya di atas bejana tersebut seraya memerintahkan orang-orang untuk berwudlu darinya.” Anas berkata, “Aku melihat air keluar dari jari-jari beliau hingga semua orang sampai yang terakhir dapat berwudlu.”

 حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ قَالَ قُلْتُ

لِعَبِيدَةَ عِنْدَنَا مِنْ شَعَرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَبْنَاهُ مِنْ قِبَلِ أَنَسٍ أَوْ مِنْ قِبَلِ أَهْلِ أَنَسٍ

فَقَالَ لَأَنْ تَكُونَ عِنْدِي شَعَرَةٌ مِنْهُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Telah menceritakan kepada kami Malik bin Isma’il berkata, telah menceritakan kepada kami Israil dari ‘Ashim dari Ibnu Sirin berkata, “Aku berkata kepada Abidah, “Kami memiliki rambut Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang kami dapat dari Anas, atau keluarga Anas.’ Ia lalu berkata, “Sekiranya aku memiliki satu helai rambut Rasulullah, maka itu lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya.” Continue reading

128. 0rang Mukmin Bukanlah Orang yang Suka Mencaci (Orang Lain)-145


236/311. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa orang-orang Yahudi mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mereka berkata,

السام عليكم فقالت عائشة وعليكم ولعنكم الله وغضب الله عليكم قال مهلا يا عائشة عليك بالرفق وإياك والعنف والفحش قالت أو لم تسمع ما قالوا قال أو لم تسمعى ما قلت رددت عليهم فيستجاب لي فيهم ولا يستجاب لهم في

“Mudah-mudahan kematian atas kalian.” Lalu Aisyah berkata, “Mudah-mudahan atas kalian Allah melaknat kalian dan murka Allah bersama kalian” Rasulullah berkata, “Tenang wahai Aisyah, engkau harus lemah lembut dan jauhilah kekerasan serta perkataan yang keji.” Aisyah berkata, “Apakah engkau tidak mendengar apa yang diucapkan mereka?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Atau engkau yang tidak mendengar perkataan Saya?. Saya telah menjawab (perkataan) mereka, maka doa Saya dikabulkan atas mereka dan doa mereka tidak dikabulkan atas Saya.”

 

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (537/ pada revisi yang kedua). [Bukhari, 78- Kitab Al Adab, 38- Bab Lam Yakunin-Nabiyyu Fahisyan wa la Mutafahhisyan. Muslim, 39- Kitab As-Salam, hadits 10]

237/312. Dari Abdullah ibnu Mas’ud berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ليس المؤمن بالطعان ولا اللعان ولا الفاحش ولا البذى

“Bukanlah seseorang dinamakan seorang yang mukmin, yaitu orang yang suka menuduh orang lain, suka melaknat orang lain, orang yang keji, dan orang yang tajam lidahnya.”

 

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (320). [Tirmidzi, Kitab Al Birru was-Shilah, 47- Bab Ma Ja’a fil-La’nati].

238/313. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا ينبغي لذى الوجهين أن يكون أمينا

“Tidak patut bagi orang yang mempunyai dua muka (munafik) untuk dapat dipercaya.”

Hasan shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (3197). [Tidak Tercantum dalam Kutubus-Sittah].

Syaikh Albani mengatakan bahwa mereka menisbatkan hadits tersebut dalam kitab Syarhu Adabil-Mufrad kepada Tirmidzi di dalam bab Al Birru, dan ini merupakan kebodohan dan menggampangkan penisbatan tersebut, karena hadits tersebut terdapat dalam Sunan Tirmidzi (2026) dengan lafazh yang merupakan ringkasan Hadits berikut dengan nomor (316/409). Dengan demikian, dalam penisbatan tersebut terdapat kecerobohan, karena hadits tersebut adalah hadits muttafaqun ‘alaihi, sebagaimana yang engkau dapatkan di dalam periwayatan tersebut.

239/514. Dari Abdullah ibnu Mas’ud berkata,

ألأم أخلاق المؤمن الفحش

“Sehina-hina akhlak seorang mukmin adalah (berbuat) keji (Zina).”

Shahih, sanadnya.

129. Orang-orang yang Sering Melaknat-146

240/316. Abu Darda’ berkata,

قل النبي صلي الله عليه وسلم:أن اللعانين لا يكونون يوم القيامة شهداء ولا شفعاء

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya orang-orang yang sering melaknat, maka pada hari kiamat nanti tidak akan menjadi saksi dan pemberi syafaat.”‘

 

Shahih, di dalam kitab At-Ta’liqu Ar-Raghib (3/287). [Muslim, 45- Kitab Al Birru was-Shilatu wal Adab, hadits 85,86].

241/317. Abu Hurairah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا ينبغي للصديق أن يكون لعانا

‘Tidak patut bagi orang yang jujur menjadi pelaknat.”‘

 

Shahih, di dalam kitab At-Ta’liqu Ar-Raghib (3/286). [Muslim, S- Kitab Al Birru wash-Shilah, hadits 84].

242/318. Hudzaifah berkata,

ما تلاعن قوم قط إلا حق عليهم اللعنة

“Tidaklah suatu kaum saling melaknat, kecuali mereka pasti akan mendapatkan laknat (Allah).”

 

Shahih, sanadnya.

Simak Kajiannya bersama Al-Ustadz Abu Karimah Askary bin Jamal

Orang Mukmin Bukanlah Orang Yang Suka Mencaci Dan Melaknat Shohih Adabul Mufrad Al-Ustad Askary

Agungnya syafaat bagi orang-orang mu’min


Download Dauroh ilmiah “Agungnya syafaat bagi orang-orang mu’min” oleh Ust. Qomar Suadi Lc

Sesi 2

Sesi 3

Sesi 4

Sesi 5