128. 0rang Mukmin Bukanlah Orang yang Suka Mencaci (Orang Lain)-145


236/311. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa orang-orang Yahudi mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mereka berkata,

السام عليكم فقالت عائشة وعليكم ولعنكم الله وغضب الله عليكم قال مهلا يا عائشة عليك بالرفق وإياك والعنف والفحش قالت أو لم تسمع ما قالوا قال أو لم تسمعى ما قلت رددت عليهم فيستجاب لي فيهم ولا يستجاب لهم في

“Mudah-mudahan kematian atas kalian.” Lalu Aisyah berkata, “Mudah-mudahan atas kalian Allah melaknat kalian dan murka Allah bersama kalian” Rasulullah berkata, “Tenang wahai Aisyah, engkau harus lemah lembut dan jauhilah kekerasan serta perkataan yang keji.” Aisyah berkata, “Apakah engkau tidak mendengar apa yang diucapkan mereka?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Atau engkau yang tidak mendengar perkataan Saya?. Saya telah menjawab (perkataan) mereka, maka doa Saya dikabulkan atas mereka dan doa mereka tidak dikabulkan atas Saya.”

 

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (537/ pada revisi yang kedua). [Bukhari, 78- Kitab Al Adab, 38- Bab Lam Yakunin-Nabiyyu Fahisyan wa la Mutafahhisyan. Muslim, 39- Kitab As-Salam, hadits 10]

237/312. Dari Abdullah ibnu Mas’ud berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ليس المؤمن بالطعان ولا اللعان ولا الفاحش ولا البذى

“Bukanlah seseorang dinamakan seorang yang mukmin, yaitu orang yang suka menuduh orang lain, suka melaknat orang lain, orang yang keji, dan orang yang tajam lidahnya.”

 

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (320). [Tirmidzi, Kitab Al Birru was-Shilah, 47- Bab Ma Ja’a fil-La’nati].

238/313. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا ينبغي لذى الوجهين أن يكون أمينا

“Tidak patut bagi orang yang mempunyai dua muka (munafik) untuk dapat dipercaya.”

Hasan shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (3197). [Tidak Tercantum dalam Kutubus-Sittah].

Syaikh Albani mengatakan bahwa mereka menisbatkan hadits tersebut dalam kitab Syarhu Adabil-Mufrad kepada Tirmidzi di dalam bab Al Birru, dan ini merupakan kebodohan dan menggampangkan penisbatan tersebut, karena hadits tersebut terdapat dalam Sunan Tirmidzi (2026) dengan lafazh yang merupakan ringkasan Hadits berikut dengan nomor (316/409). Dengan demikian, dalam penisbatan tersebut terdapat kecerobohan, karena hadits tersebut adalah hadits muttafaqun ‘alaihi, sebagaimana yang engkau dapatkan di dalam periwayatan tersebut.

239/514. Dari Abdullah ibnu Mas’ud berkata,

ألأم أخلاق المؤمن الفحش

“Sehina-hina akhlak seorang mukmin adalah (berbuat) keji (Zina).”

Shahih, sanadnya.

129. Orang-orang yang Sering Melaknat-146

240/316. Abu Darda’ berkata,

قل النبي صلي الله عليه وسلم:أن اللعانين لا يكونون يوم القيامة شهداء ولا شفعاء

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya orang-orang yang sering melaknat, maka pada hari kiamat nanti tidak akan menjadi saksi dan pemberi syafaat.”‘

 

Shahih, di dalam kitab At-Ta’liqu Ar-Raghib (3/287). [Muslim, 45- Kitab Al Birru was-Shilatu wal Adab, hadits 85,86].

241/317. Abu Hurairah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا ينبغي للصديق أن يكون لعانا

‘Tidak patut bagi orang yang jujur menjadi pelaknat.”‘

 

Shahih, di dalam kitab At-Ta’liqu Ar-Raghib (3/286). [Muslim, S- Kitab Al Birru wash-Shilah, hadits 84].

242/318. Hudzaifah berkata,

ما تلاعن قوم قط إلا حق عليهم اللعنة

“Tidaklah suatu kaum saling melaknat, kecuali mereka pasti akan mendapatkan laknat (Allah).”

 

Shahih, sanadnya.

Simak Kajiannya bersama Al-Ustadz Abu Karimah Askary bin Jamal

Orang Mukmin Bukanlah Orang Yang Suka Mencaci Dan Melaknat Shohih Adabul Mufrad Al-Ustad Askary

125. Kebaikan Jiwa bagian1 142


Download kajian “Kebaikan Jiwa bagian 1”

125. Tubuh yang Wangi 142

231/301. Dari Abdullah ibnu Khubaib Al Juhani, dari pamannya.

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج عليهم وعليه أثر غسل وهو طيب النفس فظننا أنه ألم بأهله فقلنا يا رسول الله نراك طيب النفس قال أجل والحمد لله ثم ذكر الغنى فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنه لا بأس بالغنى لمن اتقى والصحة لمن اتقى خير من الغنى وطيب النفس من النعم

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menemui mereka dan masih terlihat bekas mandi. Beliau tubuhnya wangi, sehingga kami kira bahwasanya beliau telah mendatangi (berkumpul dengan) istrinya, lalu kami bertanya, “Wahai Rasululah! kami mencium wangi tubuhmu?,” Nabi menjawab, “Tentu, Al Hamdulillah.” Kemudian menyampaikan tentang kekayaan, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ” Sesungguhnya kekayaan itu diperbolehkan bagi orang yang bertakwa, tetapi kesehatan lebih baik dari kekayaan bagi orang yang bertakwa dan tubuh yang wangi adalah bagian dari nikmat yang diberikan (Allah).”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (174). [Ibnu Majah, 12-Kitab At-Tijarah, 1- Bab Al Khadhdhu ‘AM Makasib, hadits 2141].

 

[audio:http://statics.ilmoe.com/kajian/users/balikpapan/Shohih_Adabul_Mufrod/125-Kebaikan-jiwa-a-Ust.-Asykari-.mp3%5D

Download Kajian

125. Kebaikan Jiwa-2 142.


Download kajian shahih adabul mufrad bab “KEBAIKAN JIWA” oleh Ust. Asykari

232/303. Dari Anas berkata,

 

كان النبي صلى الله عليه وسلم أحسن الناس وأجود الناس وأشجع الناس ولقد فزع أهل المدينة ذات ليلة فانطلق الناس قبل الصوت فاستقبلهم النبي صلى الله عليه وسلم قد سبق الناس إلى الصوت وهو يقول لن تراعوا لن تراعوا وهو على فرس لأبى طلحة عرى ما عليه سرج وفي عنقه السيف فقال لقد وجدته بحرا أو إنه لبحر

 

 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang sangat baik, orang yang sangat lembut hatinya, dan orang yang sangat pemberani. Penduduk Madinah pernah dikejutkankan dengan suatu suara, sehingga mereka keluar menuju suara tersebut, tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghalau mereka -Nabi telah mendahului orang-orang menuju suara tersebut- dan beliau berkata, ‘Kalian tidak dapat mengalahkannya, kalian tidak dapat mengalahkannya.’ Beliau menunggang kuda Abu Thalhah yang tidak ada pelananya, serta dilehernya tersisipkan pedang. Kemudian Nabi bersabda, ‘Saya telah menemukannya (suara itu), yaitu suara laut atau sesungguhnya (suara itu) hanya suara lautan”

Shahih, sanadnya, [Bukhari, 56- Kitab Al Jihadu, 24- Bab Asy-Syaja’ahfil Harbi wal Jubni. Muslim, 43- Kitab Al Fadhall, hadits 48].

233/304. Dari Jabir berkata.

 

قل رسول الله صلي الله علي وسلم: كل معروف صدقة وإن من المعروف أن تلقى أخاك بوجه طلق وأن تفرغ من دلوك في إناء أخيك

“Rasulullah   shallallahu ‘alaihi   wasallam bersabda,   ‘Setiap perbuatan ma’ruf adalah sadaqah, dan yang termasuk dari perbuatan yang ma’ruf yaitu bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri, dan juga menuangkan air dari timbamu ke dalam bejana saudaramu.'”

 

Hasan, di dalam kitab Takhrijut-Targhib (3/264). [Tirmidzi, 25-Kitab Al Birru was-Shilatu, 45- Bab Ma Ja’afi Thalaqatil-Wajhi].

 

Saya berkata, “Kalimat yang pertama telah disebutkan pada bab sebelumnya (165/224).”

 

Download Kajian

120. Kedermawanan Jiwa -136


210/276. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

ليس الغنى عن كثرة العرض ولكن الغنى غنى النفس

 

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan itu adalah kekayaan jiwa.”

 

Shahih, di dalam kitab Takhrijul Misykah (16).(Bukhari, 81- Kitab Ar-Riqaqu, 15- Bab Al Ghina Ghinan-nafsi. Muslim, 12- Kitab Az-Zakat, 40- Laisal Ghina ‘an katsratil ‘aradhi, hadits 120).

211/277. Dari Anas berkata,

خدمت النبي صلى الله عليه وسلم عشر سنين فما قال لي اف قط وما قال لي لشيء لم افعله ألا كنت فعلته ولا لشيء فعلته لم فعلتهخدمت النبي صلى الله عليه وسلم عشر سنين فما قال لي اف قط وما قال لي لشيء لم افعله ألا كنت فعلته ولا لشيء فعلته لم فعلته

Saya melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selama sepuluh tahun, lalu beliau tidak pernah berkata, ‘Uff (hus),’ kepada saya sama sekali dan tidak berkata kepada saya karena sesuatu yang belum saya kerjakan, ‘Mengapa engkau dahulukan melakukanya?’ dan tidak pernah berkata kepada saya karena sesuatu yang saya telah melakukannya, ‘Mengapa engkau melakukannya?'”

 

Shahih, di dalam kitab Mukhtasharus Syama’il (296).(Bukhari, 78- Kitab Al Adab, 39- Bab Khusnul-khuluqi, wama yukrahu minal bukhli.  Muslim, 43-  Kitab Al Fadha’il 13-  Bab Kana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ahsanan-nasi khuluqan, hadits 51).

119. Akhlak yang Baik -135 Bag. 3


208/274. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwasanya dia berkata,

 ما خير رسول الله صلى الله عليه وسلم بين أمرين إلا اختار أيسرهما ما لم يكن إثما فإذا كان إثما كان أبعد الناس منه وما انتقم رسول الله صلى الله عليه وسلم لنفسه إلا أن تنتهك حرمة الله تعالى فينتقم لله عز وجل بها

      

“Seandainya Rasulullah disuruh memilih diantara dua perkara, maka beliau memilih yang lebih mudah bagi keduanya selama perkara itu bukan perbuatan dosa. Apabila perkara itu adalah perbuatan dosa, maka Rasulullah lebih dahulu dari orang yang menjauhkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menyesali diri sendiri kecuali jika larangan Allah dilanggar, maka beliau akan marah dengan hal tersebut karena Allah subhanahu wata’ala.”

 

Shahih, di dalam kitab Mukhtasharus Syama^il (300). (Bukhari, 61- Kitab Al Manaqib, 23- Bab Shifatun-nabiyyi shallallahu ‘alaihi wasallam. Muslim, 431- Kitab Al Fadha’il, 20- Bab Muba’adutuhu shallallahu ‘alaihi wasallam lil  ‘atsam, hadits 77).

 

209/275. Dari Abdullah ibnu Mas’ud berkata,

ان الله تعالى قسم بينكم أخلاقكم كما قسم بينكم أرزاقكم وان الله تعالى يعطي المال من أحب ومن لا يحب ولا يعطي الإيمان إلا من يحب فمن ضن بالمال أن ينفقه وخاف العدو أن يجاهده وهاب الليل أن يكابده فليكثر من قول لا إله إلا الله وسبحان الله والحمد لله والله أكبر

“Sesugguhnya Allah membagi akhlak diantara kalian sebagaimana Allah membagi rezeki diantara kalian dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi rezeki kepada orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintai. Allah juga tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang dicintai. Barang siapa yang menjaga hartanya, takut diperangi musuh dan takut menderita karena (angin) malam, maka hendaknya memperbanyak ucapan Laa Ilaha Illallahu (tiada Tuhan kecuali Allah), Subhanallah (Maha Suci Allah), Al Hamdulillah (Segala puji bagi Allah), dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar).”

 

Shahih mauquf dan hukumnya marfu‘, di dalam kitab Ash-Shahihah (2714).

119. Akhlak yang Baik -135 Bag. 2


205/271. Dari Abdullah ibnu Amru berkata,

لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم فاحشا ولا متفحشا وكان يقول خياركم أحاسنكم أخلاقا

 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bukanlah orang yang keji dan bukan pula orang yang memerintahkan perbuatan keji, dan beliau pernah bersabda, ‘Sebaik-baiknya diantara kamu adalah yang terbaik akhlaknya.”‘

 

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (286). (Bukhari, 78-Kitab Al Adab, 39- Bab Husnul khuluqi was-sakha’i wa ma yakrahu minal-bukhli. Muslim, 4- Kitab Fadha^il, 16-Katsratu-hayatihi shallallahu ‘alaihi wasallam, hadits 68).

206/272. Dari Amru ibnu Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, bahwasanya dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

أخبركم بأحبكم إلى وأقربكم منى مجلسا يوم القيامة؟ فسكت القوم فأعادها مرتين أو ثلاثا قال القوم نعم يا رسول الله قال أحسنكم خلقا 

“Saya memberitahu kalian tentang hal yang paling saya cintai dan yang paling dekat diantara kalian tempatnya dengan saya pada hari kiamat?’ Lalu kaum (muslimin) terdiam, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengulangi kalimat itu dua atau tiga kali, maka kaum (muslimin) berkata, ‘Betul, wahai Rasulullah!.’ Rasulullah menerangkan, ‘Mereka yang paling baik akhlaknya.”‘

 

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (792).

207/273. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

إنما بعثت لأتمم صالحي الأخلاق

“Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (45).

119. Akhlak yang Baik -135 Bag. 1


204/270. Dari Abu Ad-Darda’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما من شيء في الميزان أثقل من حسن الخلق

 

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan daripada akhlak yang baik.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (876).

117. Bercanda -133


117. Bercanda -133

199/264. Dari Anas ibnu Malik berkata,

اتى النبي صلى الله عليه وسلم على بعض نسائه ومعهن أم سليم (وفي طريق أجري عنه: أن ألبراءبن ملك كان يحدوبالرجل،وكان أنبجشة يحدوبالنساء، وكان حسن الصوت/١٢٦٣) فقال يا أنجشة رويدا سوقك بالقوارير قال أبو قلابة فتكلم النبي صلى الله عليه وسلم بكلمة لو تكلم بها بعضكم لعبتموها عليه قوله سوقك بالقوارير

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengunjungi sebagian istri-istrinya dan Ummu Sulaim bersama mereka (menurut jalan riwayat yang lain dari Anas bahwa Al Barra’ ibnu Malik pernah menyanyikan nasyid orang laki-laki dan Anjasyah menyanyikan nasyid untuk orang perempuan, dan dia bagus suaranya /1264). Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Wahai Anjasyah! pelan-pelan engkau menyanyikan lagu untuk orang-orang perempuan.’ Abu Qilabah berkata, ‘Lalu Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam berbicara dengan perkataan, “Sekiranya sebagian saudara kalian berbicara, maka niscaya kalian merasa beban (berat) atas orang itu dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Pelan-pelan engkau menyanyikan lagu untuk orang-orang perempuan.”””

Shahih, di dalam kitab Adh-Dhaifah nomor, 6059. (Bukhari, 78-Kitab Al Adah, 90- Bab Ma Yajuzu Minasy-Syar’i war-Rijzi wal Hida’i Muslim, 43- Kitab Al Fadha’il, 18- Bab Rahmatun-Nabiyyi shallalahu ‘alaihi wasallam Lin-Nisa’i hadits 71).

200/265. Dari Abu Hurairah, mereka berkata,

قالوا  :  يا رسول الله إنك تداعبنا قال إني لا أقول إلا حقا

Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau mencandai kami?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya saya tidak akan berkata kecuali perkataan yang benar.”

Shahih, di dalam kitab Takhrijul-Misykah. (Tirmidzi, 25-Kiiab Al Birru wash-Shilah, 57- Bab Ma Ja’a fil-Mizah).

201/226. Dari Bakar ibnu Abdullah berkata,

كان أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم يتبادحون بالبطيخ فإذا كانت الحقائق كانوا هم الرجال

“Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah saling melempar semangka, pada hakikatnya mereka adalah para tokoh-tokoh.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah – (435).

202/268. Dari Anas ibnu Malik berkata,

جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم يستحمله فقال أنا حاملك على ولد ناقة قال يا رسول الله وما أصنع بولد ناقة فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم وهل تلد الإبل إلا النوق

“Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memohon tunggangan, lalu Nabi berkata, ‘Saya menaikkanmu di atas anak unta betina!’ Orang itu berkata, ‘Wahai Rasulullah! apa yang dapat saya lakukan terhadap anak unta betina?’ Rasulullah menjawab,’ Apakah ada unta yang melahirkan selain anak unta?’

Shahih, di dalam kitab Al Misykah (4886). (Abu Daud, 40-Kitab Al Adah, 84- Bab Ma Ja’a…, Tirmidzi, 25- Kitab Al Birru wash-Shilah, 57- Bab Ma Ja^afil Mizah).

Download Kajian

116. Persatuan -132.


116. Persatuan -132.

198/262. Dari Ibnu Abbas berkata,

النعم تكفر والرحم تقطع ولم نر مثل تقارب القلوب

“Nikmat itu diingkari, silaturahmi diputuskan, dan kami tidak melihat lagi kedekatan hati.”

Shahih sanadnya.

Download Kajian

115.Saling Mencintai Diantara Manusia -131


115.Saling Mencintai Diantara Manusia -131

197/260. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

والذي نفسي بيده لا تدخلوا الجنة حتى تسلموا ولا تسلموا حتى تحابوا وأفشوا السلام تحابوا وإياكم والبغضة فإنها هي الحالقة لا أقول لكم تحلق الشعر ولكن تحلق الدين

“Demi Dzat yang jiwa raga saya berada pada kekuasaan-Nya! engkau tidak akan masuk surga sehingga kamu masuk Islam, kamu tidak akan masuk Islam sehingga kamu saling mencintai, sebarluaskan salam, niscaya kamu saling mencintai, dan jauhilah kebencian, karena ia yang mencukur. Saya tidak berkata kepadamu, ‘mencukur rambut’, tetapi (kebencian itu) mencukur agama.'”

Hasan lighairihi di dalam At-Ta’liqu Ar-Raghibu (3/226). (Muslim, Kitab Al Iman, 22- Bab Bayanun Annahu la yadkhulul Jannata Illal Mukminuun, hadits 93 sampai ucapannya, Afsyus-Salama bainakum, wa Ma Ba’dahu (sesudahnya) tidak sedikitpun terdapat di dalam Kutubus-Sittah.

Download Kajian