117. Bercanda -133


117. Bercanda -133

199/264. Dari Anas ibnu Malik berkata,

اتى النبي صلى الله عليه وسلم على بعض نسائه ومعهن أم سليم (وفي طريق أجري عنه: أن ألبراءبن ملك كان يحدوبالرجل،وكان أنبجشة يحدوبالنساء، وكان حسن الصوت/١٢٦٣) فقال يا أنجشة رويدا سوقك بالقوارير قال أبو قلابة فتكلم النبي صلى الله عليه وسلم بكلمة لو تكلم بها بعضكم لعبتموها عليه قوله سوقك بالقوارير

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengunjungi sebagian istri-istrinya dan Ummu Sulaim bersama mereka (menurut jalan riwayat yang lain dari Anas bahwa Al Barra’ ibnu Malik pernah menyanyikan nasyid orang laki-laki dan Anjasyah menyanyikan nasyid untuk orang perempuan, dan dia bagus suaranya /1264). Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Wahai Anjasyah! pelan-pelan engkau menyanyikan lagu untuk orang-orang perempuan.’ Abu Qilabah berkata, ‘Lalu Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam berbicara dengan perkataan, “Sekiranya sebagian saudara kalian berbicara, maka niscaya kalian merasa beban (berat) atas orang itu dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Pelan-pelan engkau menyanyikan lagu untuk orang-orang perempuan.”””

Shahih, di dalam kitab Adh-Dhaifah nomor, 6059. (Bukhari, 78-Kitab Al Adah, 90- Bab Ma Yajuzu Minasy-Syar’i war-Rijzi wal Hida’i Muslim, 43- Kitab Al Fadha’il, 18- Bab Rahmatun-Nabiyyi shallalahu ‘alaihi wasallam Lin-Nisa’i hadits 71).

200/265. Dari Abu Hurairah, mereka berkata,

قالوا  :  يا رسول الله إنك تداعبنا قال إني لا أقول إلا حقا

Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau mencandai kami?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya saya tidak akan berkata kecuali perkataan yang benar.”

Shahih, di dalam kitab Takhrijul-Misykah. (Tirmidzi, 25-Kiiab Al Birru wash-Shilah, 57- Bab Ma Ja’a fil-Mizah).

201/226. Dari Bakar ibnu Abdullah berkata,

كان أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم يتبادحون بالبطيخ فإذا كانت الحقائق كانوا هم الرجال

“Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah saling melempar semangka, pada hakikatnya mereka adalah para tokoh-tokoh.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah – (435).

202/268. Dari Anas ibnu Malik berkata,

جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم يستحمله فقال أنا حاملك على ولد ناقة قال يا رسول الله وما أصنع بولد ناقة فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم وهل تلد الإبل إلا النوق

“Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memohon tunggangan, lalu Nabi berkata, ‘Saya menaikkanmu di atas anak unta betina!’ Orang itu berkata, ‘Wahai Rasulullah! apa yang dapat saya lakukan terhadap anak unta betina?’ Rasulullah menjawab,’ Apakah ada unta yang melahirkan selain anak unta?’

Shahih, di dalam kitab Al Misykah (4886). (Abu Daud, 40-Kitab Al Adah, 84- Bab Ma Ja’a…, Tirmidzi, 25- Kitab Al Birru wash-Shilah, 57- Bab Ma Ja^afil Mizah).

Download Kajian

116. Persatuan -132.


116. Persatuan -132.

198/262. Dari Ibnu Abbas berkata,

النعم تكفر والرحم تقطع ولم نر مثل تقارب القلوب

“Nikmat itu diingkari, silaturahmi diputuskan, dan kami tidak melihat lagi kedekatan hati.”

Shahih sanadnya.

Download Kajian

115.Saling Mencintai Diantara Manusia -131


115.Saling Mencintai Diantara Manusia -131

197/260. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

والذي نفسي بيده لا تدخلوا الجنة حتى تسلموا ولا تسلموا حتى تحابوا وأفشوا السلام تحابوا وإياكم والبغضة فإنها هي الحالقة لا أقول لكم تحلق الشعر ولكن تحلق الدين

“Demi Dzat yang jiwa raga saya berada pada kekuasaan-Nya! engkau tidak akan masuk surga sehingga kamu masuk Islam, kamu tidak akan masuk Islam sehingga kamu saling mencintai, sebarluaskan salam, niscaya kamu saling mencintai, dan jauhilah kebencian, karena ia yang mencukur. Saya tidak berkata kepadamu, ‘mencukur rambut’, tetapi (kebencian itu) mencukur agama.'”

Hasan lighairihi di dalam At-Ta’liqu Ar-Raghibu (3/226). (Muslim, Kitab Al Iman, 22- Bab Bayanun Annahu la yadkhulul Jannata Illal Mukminuun, hadits 93 sampai ucapannya, Afsyus-Salama bainakum, wa Ma Ba’dahu (sesudahnya) tidak sedikitpun terdapat di dalam Kutubus-Sittah.

Download Kajian

113. Musyawarah -129


113. Musyawarah 129

194/257. Dari Amru bin Dinar berkata,

قرأ ابن عباس: وشاورهم في بعض الأمر [آل عمران.١٥٩]

“Ibnu Abbas membaca, ‘(Dan bermusyawarah dengan mereka dalam [sebagian] urusan) (Qs. Aali ‘Imraan(3): 159)

Shahih sanadnya.

195/258. Dari Al Hasan berkata,

والله! ما استشار قوم قط إلا هدوا لأفضل ما بحضرتهم ثم تلا (وأمرهم شورى بينهم) [الشوري:٣٨]

“Demi Allah! tidaklah segolongan kamu bermusyawarah kecuali mereka ditunjukkan kepada hal yang lebih baik dari yang dihadapi oleh mereka. Kemudian membaca ayat, ‘(Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antar mereka) (Qs. Asy-Syuuraa (42): 38).

Shahih sanadnya.

114. Dosa Orang yang Mengarahkan Saudaranya Tanpa Petunjuk 130

196/259. Dari Abu Hurairah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

من تقول على ما لم أقل فليتبوأ مقعده من النار

‘Barang siapa mendustakan saya sesuatu yang tidak pernah saya ucapkan, maka hendaknya dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.”‘

Shahih lighairihi, di dalam kitab Ash-Shahihah (3100). (Ibnu Majah, Al Muqaddimah, 4- Bab At-Taghlizh fi Ta’amudil Kadzibi ‘ala Rasulullahi shallallahu ‘alaihi tvasallam, hadits 24).

Download Kajian

111. Apabila Maju maka Maju Semuanya dan Apabila Mundur maka Mundur Semuanya -127


111. Apabila Maju maka Maju Semuanya dan Apabila Mundur maka Mundur Semuanya 127

193/255. Dari Musa ibnu Muslim budak yang dimerdekakan oleh anak laki-laki Qarizh, dari Abu Hurairah, bahwasanya dia barangkali menceritakan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata,

حدثنيه أهدب الشفرين أبيض الكشحين إذا اقبل أقبل جميعا وإذا أدبر أدبر جميعا لم تر عين مثله ولن تراه

“Orang yang bulu matanya panjang dan halus, orang yang kedua lambungnya putih menceritakan hadits kepadaku, apabila maju maka maju semuanya, dan apabila mundur maka mundur semuanya. Tidak akan terlihat mata seperti matanya (Nabi) dan sekali-kali engkau tidak akan melihatnya.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (3195).

112. Orang yang Diajak Musyawarah adalah Orang yang Dipercaya 128

193/256. Dari Abu Hurairah berkata,

قل النبي صلي الله عليه وسلم لأبي الهيشم: هل لك خادم؟ قال لا قال فإذا أتانا سبى فأتنا فأتى النبي صلى الله عليه وسلم برأسين ليس معهما ثالث فأتاه أبو الهيثم قال النبي صلى الله عليه وسلم اختر منهما قال يا رسول الله اختر لي فقال النبي صلى الله عليه وسلم إن المستشار مؤتمن خذ هذا فإني رايته يصلى واستوص به خيرا فقالت امرأته ما أنت ببالغ ما قال فيه النبي صلى الله عليه وسلم إلا أن تعتقه قال فهو عتيق فقال النبي صلى الله عليه وسلم إن الله لم يبعث نبيا ولا خليفة إلا وله بطانتان بطانه تأمره بالمعروف وتنهاه عن المنكر وبطانة لا تألوه خبالا ومن يوق بطانة السوء فقد وقى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Abu Al Haitsam, ‘Apakah engkau mempunyai pelayan? Dia menjawab, Tidak.’ Nabi bersabda, ‘Apabila datang tawanan kepada kami, maka kemarilah (datangi kami).’

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam didatangkan kepadanya dua tawanan, dan tidak ada orang yang ketiga yang menyertai kedua tawanan tersebut. Kemudian Abu Al Haitsam mendatangi Nabi, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Pilihlah salah satu dari keduanya.’ Abu Al Haitsam menjawab, “Wahai Rasulullah! pilihkan untuk saya.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Orang yang diajak musyawarah orang yang dipercaya, ambillah ini, karena saya melihat dia melakukan shalat, dan berwasiatlah kebaikan kepadanya.’ Kemudian istri Abu Al Haitsam berkata, Tidaklah engkau itu dikatakan orang yang menjalankan kepada perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali engkau memerdekakannya.’ Abu Al Haitsam berkata, ‘Maka dia (saya) merdekakan.’ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,‘ Sesungguhnya Allah tidak mengutus Nabi atau khalifah, kecuali baginya dua perkara yang mengiringinya. Pengiring yang memerintahkannya untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran dan pengiring yang merusak dirinya. Barang siapa dipelihara dari pengiring yang buruk, maka dia benar-benar terpelihara.”‘

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (1641). (Tirmidzi, 34- Kitab Az-Zuhdu, 39- Bab Ma Ja’a fi Ma’isyati Ashabin-Nabiyyi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Download Kajian

110. Tertawa -126


110. Tertawa -126

190/252. Dari Abu Hurairah berkata,

قل النبي صلي الله عليه وسلم: أقل(وفي رواية: لاتكثروا/٢٥٣) الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Kurangilah (menurut suatu riwayat, Janganlah engkau berlebihan /253) jika tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.”‘

Hasan, di dalam kitab Ash-Shahihah (506, 930). (Tirmidzi, 34-Kitab Az-Zuhdu, 2- Bab Man it-Taqa Mahariman-Nasi Fahuwa A’badun-Nasi. Ibnu Majah, 371- Kitab Az-Zuhdu, 24-Bab Al Wara’ wat-Taqwa, hadits 4217).

191/254. Dari Abu Hurairah berkata,

خرج النبي صلى الله عليه وسلم على رهط من أصحابه يضحكون ويتحدثون فقال والذي نفسي بيده لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا ثم انصرف وأبكى القوم وأوحى الله عز وجل إليه يا محمد لم تقنط عبادي فرجع النبي صلى الله عليه وسلم فقال أبشروا وسددوا وقاربوا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menghampiri sekelompok sahabatnya yang sedang tertawa-tawa dan berbincang-bincang, lalu Nabi bersabda, ‘Demi Dzat yang jiwa ragaku berada pada kekuasaan-Nya ! sekiranya kamu tahu apa yang saya ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.’

Kemudian Nabi meninggalkan tempat tersebut, maka mereka menangis, dan Allah Azza wa Jalla mewahyukan kepadanya, ‘Wahai Muhammad! mengapa engkau putuskan harapan hamba-hamba-Ku?’ Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kembali kemudian bersabda, ‘Bergembiralah, bersegeralah, dan dekatkanlah dirimu.”‘

Shahih, didalam kitab Ash-Shahihah (3193).

Download Kajian

109. Tersenyum -125


109. Tersenyum -125

187/(1/250). Dari Jarir berkata,

ما رآني رسول الله صلى الله عليه وسلم منذ أسلمت إلا تبسم في وجهي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melihat saya sejak saya masuk Islam, kecuali tersenyum di wajah saya.”

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (3193)  

 188/(2/250). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 يدخل من هذا الباب رجل من خير ذي يمن على وجهه مسحة ملك فدخل جرير

 “Masuk dari pintu ini seorang laki-laki yang baik dari Yaman, (terlihat) pada wajahnya usapan malaikat (ketampanan parasnya).” Kemudian Jarir masuk.

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah, (Bukhari, 78- Kitab Al Adab, 68- Bab At-Tabassumu wad-Dhahiku. Muslim, 44- Kitab Fadha ‘ilush-Shahabati, 29- Bab Fi fadha^ili Jarir, hadits 135).

 Saya berkata, “Pada hadits ini pentakhrijannya dilakukan pada aslinya, maka merupakan satu kesalahan, karena Bukhari dan Muslim tidak mentakhrij hadits ini yang merupakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini diikuti oleh yang menjabarkan kitab Al-Adabul-Mufrad. Semestinya hadits ini diletakkan pada bab sebelumnya.”

 189/251. Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

 ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم ضاحكا قط حتى أرى منه لهواته إنما كان يتبسم صلى الله عليه وسلم قالت وكان إذا رأى غيما أو ريحا عرف في وجهه (وفي طريق:اذارأي مخيلة دخل وخرج، وأقبل وتغير وجهه، فإذأمطرت اسماء سري عنع ٩٠٨) فقالت يا رسول الله إن الناس إذا رأوا الغيم فرحوا رجاء أن يكون فيه المطر وأراك إذا رأيته عرفت في وجهك الكراهة فقال يا عائشة ما يؤمنى أن يكون فيه عذاب؟ عذب قوم بالريح وقد رأى قوم العذاب فقالوا (هذا عارض ممطرنا) [الأ حقاف.٢٤]. ومن الطريق الأخري: وماأدري لعله كما قل الله عزوجل: (فلم رأوه عارضا مستقبل أوديبهم)الآيه).

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa sama sekali sehingga Saya melihat ditengah candanya, melainkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya tersenyum.”

Aisyah berkata, “Ketika Rasulullah melihat awan atau angin, maka terlihat diwajahnya (menurut jalan periwayatan lain, Apabila merasakan sesuatu yang tidak enak, maka Rasulullah ke luar masuk, maju-mundur, dan berubah wajahnya, apabila langit menurunkan hujan, maka Rasulullah bergembira 908).” Lalu Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya orang-orang apabila melihat awan hitam, mereka bergembira seraya mengharap agar awan tersebut mengandung hujan, tetapi saya melihat jika engkau melihat awan hitam, tampak di wajahmu rasa tidak tenang.” Lalu Nabi berkata, “Wahai Aisyah!, yang saya khawatirkan adalah turunnya adzab. Ada kaum yang disiksa dengan angin, sungguh segolongan kaum telah melihat siksa lalu mereka berkata, (Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami)” (Al Ahqaaf : 24) Dari jalan periwayatan yang lain, “Aku tidak mengerti, barangkali hujan itu seperti yang difirmankan Allah Azza wa Jalla, (Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka……)

Shahih: Bukhari, 65- At-Tafsir, 46- Surah Al Ahqaaf, 2- Bab (Falamma Ra’auhu Aridhan Mustaqbila Audiyatihim). Muslim : 9 -Kitab Al Istisqa\ 3- Bab At-Ta’awwudz ‘inda ruyatirrihi wal Ghaimi, hadits 16)

Download Kajian