119. Akhlak yang Baik -135 Bag. 1


204/270. Dari Abu Ad-Darda’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما من شيء في الميزان أثقل من حسن الخلق

 

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan daripada akhlak yang baik.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (876).

Advertisements

115.Saling Mencintai Diantara Manusia -131


115.Saling Mencintai Diantara Manusia -131

197/260. Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

والذي نفسي بيده لا تدخلوا الجنة حتى تسلموا ولا تسلموا حتى تحابوا وأفشوا السلام تحابوا وإياكم والبغضة فإنها هي الحالقة لا أقول لكم تحلق الشعر ولكن تحلق الدين

“Demi Dzat yang jiwa raga saya berada pada kekuasaan-Nya! engkau tidak akan masuk surga sehingga kamu masuk Islam, kamu tidak akan masuk Islam sehingga kamu saling mencintai, sebarluaskan salam, niscaya kamu saling mencintai, dan jauhilah kebencian, karena ia yang mencukur. Saya tidak berkata kepadamu, ‘mencukur rambut’, tetapi (kebencian itu) mencukur agama.'”

Hasan lighairihi di dalam At-Ta’liqu Ar-Raghibu (3/226). (Muslim, Kitab Al Iman, 22- Bab Bayanun Annahu la yadkhulul Jannata Illal Mukminuun, hadits 93 sampai ucapannya, Afsyus-Salama bainakum, wa Ma Ba’dahu (sesudahnya) tidak sedikitpun terdapat di dalam Kutubus-Sittah.

Download Kajian

109. Tersenyum -125


109. Tersenyum -125

187/(1/250). Dari Jarir berkata,

ما رآني رسول الله صلى الله عليه وسلم منذ أسلمت إلا تبسم في وجهي

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melihat saya sejak saya masuk Islam, kecuali tersenyum di wajah saya.”

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (3193)  

 188/(2/250). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 يدخل من هذا الباب رجل من خير ذي يمن على وجهه مسحة ملك فدخل جرير

 “Masuk dari pintu ini seorang laki-laki yang baik dari Yaman, (terlihat) pada wajahnya usapan malaikat (ketampanan parasnya).” Kemudian Jarir masuk.

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah, (Bukhari, 78- Kitab Al Adab, 68- Bab At-Tabassumu wad-Dhahiku. Muslim, 44- Kitab Fadha ‘ilush-Shahabati, 29- Bab Fi fadha^ili Jarir, hadits 135).

 Saya berkata, “Pada hadits ini pentakhrijannya dilakukan pada aslinya, maka merupakan satu kesalahan, karena Bukhari dan Muslim tidak mentakhrij hadits ini yang merupakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini diikuti oleh yang menjabarkan kitab Al-Adabul-Mufrad. Semestinya hadits ini diletakkan pada bab sebelumnya.”

 189/251. Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

 ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم ضاحكا قط حتى أرى منه لهواته إنما كان يتبسم صلى الله عليه وسلم قالت وكان إذا رأى غيما أو ريحا عرف في وجهه (وفي طريق:اذارأي مخيلة دخل وخرج، وأقبل وتغير وجهه، فإذأمطرت اسماء سري عنع ٩٠٨) فقالت يا رسول الله إن الناس إذا رأوا الغيم فرحوا رجاء أن يكون فيه المطر وأراك إذا رأيته عرفت في وجهك الكراهة فقال يا عائشة ما يؤمنى أن يكون فيه عذاب؟ عذب قوم بالريح وقد رأى قوم العذاب فقالوا (هذا عارض ممطرنا) [الأ حقاف.٢٤]. ومن الطريق الأخري: وماأدري لعله كما قل الله عزوجل: (فلم رأوه عارضا مستقبل أوديبهم)الآيه).

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa sama sekali sehingga Saya melihat ditengah candanya, melainkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya tersenyum.”

Aisyah berkata, “Ketika Rasulullah melihat awan atau angin, maka terlihat diwajahnya (menurut jalan periwayatan lain, Apabila merasakan sesuatu yang tidak enak, maka Rasulullah ke luar masuk, maju-mundur, dan berubah wajahnya, apabila langit menurunkan hujan, maka Rasulullah bergembira 908).” Lalu Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya orang-orang apabila melihat awan hitam, mereka bergembira seraya mengharap agar awan tersebut mengandung hujan, tetapi saya melihat jika engkau melihat awan hitam, tampak di wajahmu rasa tidak tenang.” Lalu Nabi berkata, “Wahai Aisyah!, yang saya khawatirkan adalah turunnya adzab. Ada kaum yang disiksa dengan angin, sungguh segolongan kaum telah melihat siksa lalu mereka berkata, (Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami)” (Al Ahqaaf : 24) Dari jalan periwayatan yang lain, “Aku tidak mengerti, barangkali hujan itu seperti yang difirmankan Allah Azza wa Jalla, (Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka……)

Shahih: Bukhari, 65- At-Tafsir, 46- Surah Al Ahqaaf, 2- Bab (Falamma Ra’auhu Aridhan Mustaqbila Audiyatihim). Muslim : 9 -Kitab Al Istisqa\ 3- Bab At-Ta’awwudz ‘inda ruyatirrihi wal Ghaimi, hadits 16)

Download Kajian

108. Berlapang Dada Terhadap Orang Lain-124


108. Berlapang Dada Terhadap Orang Lain-124

185/246. Dari Atha’ bin Yasar berkata,

لقيت عبدالله بن عمربن العاص، فقلت:أخبرني عنصفة رسول الله صلي الله عليه وسلم في التوراة، قل: أخل، والله. إنه لموصوف في التوراة ببعض صفته في القرآن (يا أيها النبي إنا أرسلناك شاهدا ومبشرا ونذيرا)[الأحزب:٤٥]وحرزا للأميين أنت عبدي ورسولى سميتك المتوكل ليس بفظ ولا غليظ ولا صخاب في الأسواق ولا يدفع بالسيئة السيئة ولكن يعفو ويغفر ولن يقبضه الله تعالى حتى يقيم به الملة العوجاء بأن يقولوا لا إله إلا الله ويفتحوا بها أعينا عميا وآذانا صما وقلوبا غلفا

“Saya bertemu dengan Abdullah bin Amru ibnu Al ‘Ash, lalu saya berkata, ‘Ceritakanlah kepada saya mengenai sifat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kitab Taurat.'” Atha’ berkata, “Lalu Abdullah bin Amru berkata, ‘Baiklah. Demi Allah! sesungguhnya beliau mempunyai sebagian sifat yang ada dalam kitab Taurat sama dengan di dalam Al Qur’an, (Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan) (Qs. Al Ahzaab (33): 45) dan sebagai benteng bagi orang-orang awam. Engkau hamba-Ku dan rasul-Ku. Aku namakan engkau dengan Al-Mutawakkil (orang yang pasrah), tidak keras, tidak bengis dan bukan orang-orang yang berteriak-teriak di pasar, bukan orang yang membalas kejahatan dengan kejahatan sepertinya, tetapi memberi maaf dan memaklumi. Sekali-kali Allah tidak akan mewafatkannya sehingga dia menegakkan agama yang bengkok, agar mereka berkata, Tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah.” Dengan kalimat itu mereka membuka mata-mata yang buta, telinga-telinga yang tuli dan sanubari yang lupa (tertutup).'”

 Shahih (Bukhari, Kitab At-Tafsir, 48- Surah Al Fath, 3- bab {lnna Arsalnaaka Syaahidan wamubasysyiraan wa Nadhiiraan).

 186/248. Dari Muawiyah berkata, “Saya mendengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam satu perkataan yang Allah memberikan manfaat kepada saya dengan perkataan itu. Saya mendengarnya bersabda -atau dia berkata-, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 إنك إذا اتبعت الريبة في الناس أفسدتهم

‘Apabila engkau memata-matai kesamaran pada orang lain, maka engkau telah merusak mereka!”

 Shahih, di dalam kitab Takhrijus-Sunnah (1073). (Abu Daud, 40-Kitab Al Adab, 37- Bab finNahyi ‘anit-Tajassus).

Download Kajian

107. Memaafkan Orang Lain -123


107. Memaafkan Orang Lain 123

182/243. Dari Anas,

أن يهودية أتت النبي صلى الله عليه وسلم بشاة مسمومة فأكل منها فجيء بها فقيل ألا نقتلها قال لا قال فما زلت أعرفها في لهوات رسول الله صلى الله عليه وسلم

 “Bahwa seorang perempuan Yahudi menyediakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam daging kambing yang telah diracun, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam makan dari daging itu dan perempuan itu didatangkan. Dikatakan, ‘Apakah seharusnya kita bunuh dia?7 Nabi menjawab, ‘Jangan.'” Anas berkata, “Saya tak henti-hentinya memperhatikan orang itu dalam waktu santainya Rasulullah.”

  Shahih, (Bukhari, 51- Kitab Al Hibatu, 28- Bab Qabulul hadhjyah minal-Musyrikin. Muslim, 39- Kitab As-Salam, 17-Bab As-Sihru, hadits 45)

183/244. Dari Wahab ibnu Kaisan berkata, “Saya mendengar Abdullah ibnu Az-Zubair berkata di atas mimbar, ‘(Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh)'” (Qs. Al A’raaf (7): 199). Wahab berkata,

والله ما أمر بها أن تؤخذ إلا من أخلاق الناس والله لآخذنها منهم ما صحبتهم

 “Demi Allah! Allah tidak perintah ayat tersebut agar diambil kecuali dari akhlak manusia. Demi Allah, sungguh saya memakai ayat tersebut terhadap mereka selama saya bergaul dengan mereka.”

 Shahih sanadnya, Bukhari, Tafsir (8/305).

184/245.  Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

علموا ويسروا [علموا ويسروا (ثلاث مرات)/١٣٠] ولا تعسروا وإذا غضب أحدكم فليسكت[مرتين]

 ‘Ajarkanlah, permudahlah [ajarkanlah dan permudahkanlah) (tiga kali)/1320] dan janganlah engkau mempersulit, apabila salah seorang di antara kalian marah, maka hendaknya dia diam [dua kali].”‘

 Shahih lighairihi, di dalam kitab Ash-Shahihah (1375). (Tidak Tercantum dalam Kutubus-Sittah).

Download Kajian Bag.1

Download Kajian Bag. 2

105. Bermain dan Bercanda yang Tidak Diperbolehkan -121


105. Bermain dan Bercanda yang Tidak Diperbolehkan -121

180/241. Dari Abdullah ibnu As-Saib, dari bapaknya, dari kakeknya, (Yazid bin Said) berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda,

لا يأخذ أحدكم متاع صاحبه لاعبا ولا جادا فإذا أخذ أحدكم عصا صاحبه فليردها إليه

‘Janganlah salah seorang di antara kamu mengambil harta temannya dengan main-main atau dengan sungguh-sungguh. Apabila salah seorang di antara kamu mengambil tongkat temannya, maka hendaknya dia mengembalikan tongkat tersebut kepadanya.”

 Hasan, di dalam kitab Al Innf (1518). (Abu Daud. 40-Kitab Al Adab, 85- Bab Man Ya’khudzus Syafa ‘alal Mizah. Tirmidzi, 31- Kitab Al Fitan, 3- Bab  Ma Ja’a La Yahillu li Muslimiin An Yarwia Musliman).

106. Orang yang Menunjukkan Kebaikan -122

181/242. Abu Mas’ud Al Anshari berkata,

 جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال  :  إني أبدع بي فاحملنى قال لا أجد ولكن ائت فلانا فلعله أن يحملك فأتاه فحمله فأتى النبي صلى الله عليه وسلم فأخبره فقال من دل على خير فله مثل أجر فاعله

 “Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, ‘Sesungguhnya saya terlambat karena kendaraan saya kelelahan, maka (tolonglah saya) dengan membawa saya.’ Lalu beliau menjawab, ‘Saya tidak mempunyai (tunggangan), tetapi datangilah fulan barangkali dia dapat membantu (membawamu).’ Kemudian dia mendatangi fulan. Setelah itu dia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahukan kepada Rasulullah (tentang hal tersebut). Kemudian Nabi bersabda, ‘Barang siapa menunjukkan kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan itu.'”

 Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (1660). (Abu Daud, 40-Kitab Al Adab, 115- Bab Ma ja’ a fi dali ‘alal-Khairi. Tirmidzi, 39- Kitab Al Ilmu, 14- Bab Ma ja^a Ad-Dalu ‘alal-khairi kafa’ilihi, Muslim, FilJihad.

Download Kajian

103. Pergi ke Ladang -119


103. Pergi ke Ladang -119

175/236. Dari Abu Salamah berkata,

 أتيت أبا سعيد الخدري وكان لي صديقا فقلت ألا تخرج بنا إلى النخل فخرج وعليه خميصة له

“Saya mengunjungi Abu Said Al Khudri -dia teman saya- lalu saya berkata, ‘Maukah engkau pergi bersama kami ke pohon kurma?’ Lalu dia keluar dan dia memakai baju sutranya.

 Shahih, di dalam kitab Shahih Abu Daud (1251).

176/237. Dari Ali radhiallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan Abdullah ibnu Mas’ud agar memamanjat pohon untuk mengambilkan sesuatu dari pohon itu. Kemudian para sahabat melihat betis Abdullah dan mereka tersenyum karena kelebatan (bulu) kedua betisnya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,

ما تضحكون لرجل عبد الله أثقل في الميزان من أحد

 ‘Apa yang kalian tertawakan? Sungguh kaki Abdullah ibnu Mas’ud itu lebih berat dalam timbangan dari pada gunung Uhud.'”

 Shahih lighairihi di dalam kitab Ash-Shahihah (3192) Tidak Tercantum sedikitpun dalam Kutubus-Sittah.

Download Kajian